Download

Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

  • Dec 24, 1509

    Portugis mendatangi Malaka untuk pertama kalinya.

    Tujuan Portugis datang adalah untuk memonopoli perdagangan, yang selanjutnya meliputi daerah Gowa, Banten, dan VOC Belanda atau or Perusahaan India Timur. Meski tujuan awalnya adalah untuk memperoleh uang alih-alih kekuasaan politik, namun pada akhirnya tujuan awal tersebut berubah haluan.
  • Apr 24, 1511

    Laksamana Alfonso de Albuquerque berlayar dari Goa ke Malaka

    Laksamana Alfonso de Albuquerque berlayar dari Goa ke Malaka
    Sultan Malaka melarikan diri ke Riau. Terlampir pintu masuk Benteng Fortress di Malaka.
  • Dec 24, 1512

    Portugis mendatangi Maluku.

    Pada pelayaran pertama ke Maluku, bangsa Portugis hanya memiliki tujuan berdagang. Lamban laun terjadilah hubungan dagang antara bangsa portugis dengan orang orang maluku khususnya Ternate.
  • Mar 24, 1513

    Utusan Portugis tiba di Pulau Jawa

    Utusan Portugis tiba di Pulau Jawa
    Portugis membangun pelabuhan di Sunda Kelapa, sekarang menjadi Jakarta.
  • Dec 24, 1521

    Bangsa Spanyol datang ke Maluku.

    Maksud kedatanganya sama dengan Portugis yakni menguasai perdagangan rempah-rempah. Mereka berlayar dari Filipina dan singgah di Pelabuhan Tidore, Bacan, dan Jailolo. DI maluku mereka disambut baik oleh rakyat setempat dengan alsan untuk mengimbangi orang-orang Portugis dalam perdagangan.
  • Dec 24, 1521

    Portugis mendirikan benteng Sao Paulo.

    Tujuan didirikan benteng Sao Paulo untuk melindungi ternate dari serangan musuh. Portugis juga mendapat hak monopoli perdagangan rempah rempah di Maluku. Hubungan antara ternate dan portugis akhirnya berubah menjadi permusuhan setelah portugis bertindak kasar yaitu membunuh Sultan Hairun (Raja ternate) yang akhirnya membangkitkan perlawanan rakyat Ternate.
  • Dec 24, 1529

    Perjanjian Saragosa.

    Untuk mengakhiri permusuhan, atas prakarsa Paus diadakan perjanjian Saragosa tahun 1529 yang isinya adalah :
    Perdagangan Portugis menguasai daerah perdagangan di Maluku sampai Tanjung Harapan
    Perdagangan Spanyol menguasai daerah perdagangan di Filipina
    Perjanjian Saragosa telah menempatkan para pedagang Portugis lebih leluasa untuk bergerak sehingga kedudukannya semakin kuat.
  • Dec 24, 1534

    Spanyol menyingkir dari Indonesia.

    Di tahun ini, Spanyol tersisih dari perdagangan Maluku dan menyingkit ke daerah Filipina.
  • Dec 24, 1579

    Kedatangan Inggris ke Indonesia.

    Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Covendish. Pengalaman kedua pelaut itu mendorong kongsi dagang Inggris untuk mengadakan pelayaran mencari rempah-rempah ke Indonesia. Kongsi dagang tersebut bernama EIC yaitu East Indian Company. Sejak tahun 1600, EIC memperoleh hak istimewa dari rtu Inggris untuk mengurus perdagangan di Asia. EIC juga memiliki wewenang penuh atas monopoli perdagangan di Asia Sekaligus menentukan kebijakannya sendiri.
  • Inggris menyingkir dari Indonesia.

    Meskipun berhasil menjalin, hubungan perdagangan secara umum Inggris tidak berhasil menanamkan pengaruhnya. Hal ini disebabkan ketidaksenangan rakyat terhadap EIC, karena EIC memaksa cara berdagang menurut aturannya sendiri. Di samping itu, ketidakmampuan EIC bersaing dengan armada Belanda membuat Inggris tersingkir dari kawasan perdagangan Indonesia.
  • Kedatangan Belanda ke Indonesia

    Pelayaran espedisi Belanda ke Indonesia yang pertama kali dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang berpedoman pada buku Intenerario karya Jan Hutgen Linschoten, dan berhasil mendarat di pelabuhan Banten. Awalnya belanda menunjukan sikap bersahabat sehingga Belanda dapat berdagang dengan baik di Banten. Keadaan menjadi berubah ketika Belanda mulai menunjukkan kekuasaan dan keserakahnya. Hal tersebut menyebabkan munculnya perselisihan, yang akhirnya menyebabkan Belanda diusir.
  • Rombongan Belanda kembali ke Indonesia.

    Rombongan Belanda tiba kembali ke Indonesia di bawah pimpinan Jacob van Neck dan Warwijk. Mereka bersikap sangat hati-hati sehingga dapat diterima baik oleh masyarakat Banten. Ekspedisi Belanda yang kedua berhasil membawa rempah-rempah ke Belanda dan mendorong para pedagang lainya datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah.